breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Alumni STIE Hidayatullah, dari Ilmu Manajemen untuk Masyarakat Pedalaman
STIE Hidayatullah Bekali Mahasiswa KKN 2026, Siapkan Agen Pemberdayaan Masyarakat
Kuliah Manajemen untuk Calon Supervisor: 7 Kompetensi yang Perlu Dikembangkan
Alumni STIE Hidayatullah, dari Ilmu Manajemen untuk Masyarakat Pedalaman
Kisah alumni STIE Hidayatullah, Aswin Azhar Solin, yang menerapkan ilmu manajemen dan POAC dalam pengabdian masyarakat (KKN) di pedalaman Besitang.
Alumni STIE Hidayatullah yang Mengabdi di Pedalaman
Ilmu Manajemen Menjadi Bekal untuk Mengelola Masyarakat
Apa Itu POAC dalam Ilmu Manajemen?
Ilmu Manajemen Dibutuhkan di Era Modern
Aswin Mengabdikan Diri untuk Pendidikan Santri
Pendidikan Tinggi Tidak Berhenti pada Gelar
Alumni STIE Hidayatullah Diharapkan Terus Memberikan Manfaat
Alumni STIE Hidayatullah tidak hanya membawa gelar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Aswin Azhar Solin, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah yang mengabdikan diri sebagai dai sekaligus pembina generasi di pedalaman Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Latar belakang pendidikan manajemen yang ditempuhnya menjadi bekal dalam mengelola organisasi, membangun komunitas, dan menjalankan berbagai program pengabdian.
Alumni STIE Hidayatullah yang Mengabdi di Pedalaman
Aswin Azhar Solin lahir di Desa Sambaliang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Berasal dari kawasan pedalaman tidak menghalanginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Sumatera Utara, Aswin melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Hidayatullah, Depok.
Pendidikan tersebut menjadi salah satu tahap penting yang membentuk cara berpikirnya dalam mengelola organisasi, memimpin masyarakat, dan mengembangkan lembaga dakwah secara profesional.
Kini, ilmu yang diperolehnya tidak berhenti setelah lulus kuliah. Aswin menerapkannya dalam aktivitas pengabdian dan pembinaan generasi di lingkungan pesantren.
Ilmu Manajemen Menjadi Bekal untuk Mengelola Masyarakat
Bagi Aswin, ilmu manajemen memiliki manfaat yang luas. Bahkan materi dasar yang dipelajari selama kuliah masih menjadi bekal dalam menjalankan berbagai amanah hingga saat ini.
Salah satu yang paling diingatnya adalah pembelajaran dari almarhum Dr. Abdul Mannan, dosen yang mengampu mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen atau Pengantar Manajemen.
Menurut Aswin, pembelajaran yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan ilmu, tetapi juga nilai. Ia mengenang Dr. Abdul Mannan sebagai dosen sekaligus murabbi yang mendorong mahasiswa memahami ilmu ekonomi dalam bingkai spiritualisme Islam.
Salah satu konsep yang terus diterapkan Aswin adalah POAC, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling.
Apa Itu POAC dalam Ilmu Manajemen?
POAC merupakan konsep dasar manajemen yang membantu seseorang mengelola kegiatan atau organisasi secara lebih terarah.
- Planning berarti menyusun perencanaan dan menentukan arah kegiatan.
- Organizing berkaitan dengan pengorganisasian sumber daya dan pembagian peran.
- Actuating merupakan proses menjalankan rencana yang telah dibuat.
- Controlling dilakukan untuk memastikan kegiatan tetap berjalan sesuai tujuan.
Bagi Aswin, konsep tersebut tidak hanya dapat digunakan dalam dunia bisnis. POAC juga relevan ketika seseorang mengelola komunitas, lembaga pendidikan, organisasi sosial, maupun gerakan dakwah.
Perencanaan membantu menentukan tujuan, pengorganisasian memperkuat kerja sama, pelaksanaan memastikan program berjalan, sedangkan pengawasan membantu mengevaluasi hasil kegiatan. Dengan penerapan tersebut, berbagai aktivitas di tengah masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Ilmu Manajemen Dibutuhkan di Era Modern
Menurut Aswin, ilmu manajemen dan akuntansi semakin dibutuhkan di tengah perubahan zaman. Organisasi, lembaga pendidikan, yayasan, hingga usaha berbasis masyarakat membutuhkan tata kelola yang profesional, mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, evaluasi, hingga pembangunan sistem organisasi. Karena itu, ilmu ekonomi dan manajemen tidak hanya relevan untuk dunia perusahaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi sosial dan lembaga yang melayani masyarakat.
Aswin Mengabdikan Diri untuk Pendidikan Santri
Sejak 2011, Aswin membangun keluarga bersama Mursyidah dan dikaruniai empat putra. Ia juga mengabdikan diri sebagai dai di sebuah pesantren di pedalaman Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan mendampingi anak-anak yatim dan santri dari keluarga kurang mampu sebagai pengajar sekaligus pembina.
Meski menghadapi keterbatasan pendanaan dan operasional pesantren, Aswin tetap menjalankan pengabdiannya. Baginya, pendidikan dan pengabdian merupakan bagian dari upaya memberikan manfaat kepada masyarakat, dengan ilmu yang diperoleh selama kuliah menjadi salah satu bekal dalam menjalankan amanah tersebut.
Pendidikan Tinggi Tidak Berhenti pada Gelar
Kisah Aswin menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan bekal yang digunakan dalam berbagai lingkungan. Ilmu yang dipelajari di kampus dapat diterapkan ketika seseorang bekerja, membangun organisasi, mengelola lembaga pendidikan, maupun terlibat dalam kegiatan sosial.
Bagi Aswin, jejaring alumni juga memiliki peran penting. Ia berharap alumni STIE Hidayatullah yang tersebar di berbagai daerah dapat terus menerapkan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi dalam kehidupan masyarakat.
Dengan begitu, pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan, tata kelola yang baik, dan pengabdian.
Alumni STIE Hidayatullah Diharapkan Terus Memberikan Manfaat
Jejak pengabdian Aswin menjadi gambaran bahwa ilmu manajemen dapat digunakan di luar lingkungan bisnis. Kemampuan mengelola perencanaan, sumber daya, pelaksanaan, dan evaluasi dapat membantu berbagai organisasi menjalankan program dengan lebih terarah.
Melalui para alumninya, STIE Hidayatullah diharapkan terus melahirkan sumber daya manusia yang mampu menerapkan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi dalam berbagai bidang kehidupan.
Pada akhirnya, pendidikan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat memiliki dampak yang lebih luas ketika ilmunya diterapkan untuk membantu masyarakat.
Kesimpulan
Kisah Aswin Azhar Solin menunjukkan bahwa alumni STIE Hidayatullah dapat membawa ilmu manajemen ke tengah masyarakat melalui pendidikan, organisasi, dan pengabdian. Konsep POAC yang dipelajarinya menjadi bekal dalam menjalankan berbagai amanah di lingkungan pesantren dan komunitas.
Tertarik mempelajari ilmu ekonomi dan manajemen yang dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun pengelolaan organisasi? Kamu bisa mencari informasi mengenai program perkuliahan di STIE Hidayatullah melalui Komunitas Kuliah. Dapatkan informasi mengenai program studi, jadwal perkuliahan, biaya pendidikan, proses pendaftaran, hingga pilihan beasiswa yang tersedia. Kunjungi website stiehidayatullah.id untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan ikuti Instagram, TikTok, serta LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah agar tidak ketinggalan informasi seputar kuliah dan pengembangan karier.
Sumber Referensi :
STIE Hidayatullah. (2026, 7 Agustus). Alumni STIE Hidayatullah Menggerakkan Perubahan dari Pedalaman. STIE Hidayatullah. Baca sumber asli
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus STIE HIDAYATULLAH • Jl. Raya Kalimulya, Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413
Tagged (Tags) :
© 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah. All rights reserved.
STIE HIDAYATULLAH